fungsi bahasa dan hakikat bahasa

Fungsi Bahasa dan Hakikat Bahasa

Posted on

Fungsi Bahasa dan Hakikat Bahasa – Istilah bahasa sendiri tentu bukan hal yang baru bagi kita. Istilah ini setiap saat selalu kita dengar, baca, bahkan kita gunakan untuk berkomunisi secara lisan maupun tulisan. Bukan hanya itu, hampir setiap saat dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan bahasa atau berbahasa. Karena begitu seringnya kita menggunakan istilah bahasa atau menggunakan bahasa maka terkadang kita lupa untuk memahami apa sesungguhnya hakikat dan fungsi dari bahasa itu sendiri.

Hakikat Bahasa

fungsi bahasa dan hakikat bahasa

1. Bahasa merupakan bunyi
kata apa, kabar dan yang lainnya memiliki bagian-bagian lagi. Kata apa sendiri dibentuk oleh /a/, /p/, /a/ ; dan kata kabar dibentuk oleh /k/, /a/,/b/,/a/,/r/. Bagian-bagian ini juga memiliki pola dan susunan tersendiri. Hal ini bahwa bahasa merupakan sistem. Yang artinya bahasa dibentuk oleh bagian-bagian yang berpola, bagian-bagian itu tidak dapat disusun secara sembarangan karena mempunyai aturan-aturan tersendiri.

Dan oleh karena itu, muncullah sejumlah ilmu yang berkaitan dengan aturan-aturan tersebut, yaitu sebagai berikut :
a. Fonologi merupakan ilmu yang mempelajari ilmu bahasa.
b. Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari ilmu bahasa.
c. Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari penyusunan kalimat.
d. Semantik merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan kata.

2. Bahasa Sebagai Lambang
Sebagai contoh, turunnya air dilambangkan dengan /hujan/. Hubungan antara benda dengan simbolnya itu tidaklah mutlak.

Bahasa sebagai lambang ini bersifat arbitter, yang artinya tidak ada hubungan langsung yg bersifat wajib antara lambang dengan apa yang dilambangkannya. Tidak seperti hubungan antara asap dan api, kalau ada asap tentu pasti ada api. Tidak pula seperti hubungan antara panasnya badan seseorang dengan penyakit yang dideritanya. Hubungan seperti itu bersifat kuasalitas.

3. Bahasa Adalah Bunyi
Bahasa juga dilambangkan dengan bunyi, yaitu merupakan jenis suara yang dihasilkan oleh alat ucap mansia. Dengan demikian, suara yang tidak dihasilkan oleh alat ucap manusia, seperti bersin/batuk bukanlah termasuk bahasa. Bunyi juga dilambangkan dalam bentuk tulisan yang dikenal dengan huruf. Dalam bahasa indonesia, satu bunyi dilambangkan oleh satu huruf, kecuali /kh/, /ng/, /ny/, /sy/ masing-masing dihitung satu bunyi (Fenom), namun diwakili 2 (dua) huruf. Selain itu, bunyi ada juga yang Dilambangkan dengan huruf yang berbeda, dan bunyi yang dimaksud yaitu /k/ dilambangkan pula oleh /q/ dan bunyi /f/ dilambangkan pula oleh /v/.

4. Bahasa itu Bermakna
Bahasa juga mengandung makna. Hubungan satuan bahasa dengan maknanya itu tidak selalu tetap. Maknanya sendiri mungkin mengalami pergeseran, penambahan, atau penyempitan/perluasan. Contoh :
a). Ami sedang menulis pengalamannya dibuku yang dibelinya.
b). Tigor asik sekali membaca buku tentang sejarah perkembangan sastra diIndonesia.

Maksud buku dalam kedua kalimat diatas tentunya berbeda. Pada kalimat (a) buku yang dimaksud ialah “buku tulis” sedangkan pada kalimat (b) bermakna “buku teks bacaan”.

5. Bahasa itu Arbiter
Arbiter sendiri artinya sembarang, sewenang-wenang, mana suka, selalu berubah-ubah. Dan tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut. Sebagai contoh, hewan yang suaranya mengaum tidak harus dinamai dengan Harimau. Oleh karena itu, hewan tersebut memiliki nama yang “suka-suka”.

6. Bahasa itu Konvensional
Disamping bersifat arbiter, bahasa itu juga merupakan hasil konvensi/kesepakatan masyarakat penggunanya.

Adapun konvensi yang berlaku pada suatu kelompok pemakai bahasa dituangkan dalam bentuk aturan-aturan bahasa. Dan aturan-aturan itulah yang kemudian dikenal dengan istilah tata bahasa. Dengan mempelajari tata bahasa itulah kita dapat mengetahui aturan-aturan yang berlaku dalam suatu bahasa, serta kita juga diharapkan mampu menggunakannya secara baik dan benar.

7. Bahasa itu Produktif
Sifat produktif pada sistem bahasa yaitu dengan satuan yang terbatas, dapat dikreasikan bentukan yang tak terbatas. Sebagai contoh, bunyi atau huruf /a,/i,/r/ selain kata air, bunyi-bunyian itu bisa juga dibentuk menjadi ria dan rai.

Dengan sifatnya yang semacam itu, variasi-variasi yang dapat dibentuk dari bunyi ataupun kata-kata yang ada menjadi tidak terhingga. Namun, bentukan-bentukan baru itu tetap terikat oleh struktur atau pola-pola yang ada. Kita juga dapat membuat bentukan-bentukan baru itu sepanjang Masih sesuai dengan konvensi berbahasa yang berlaku dimasyarakaat pemakainya.

8. Bahasa itu Unik
setiap bahasa tentunya memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing. Sebagai contoh, bahasa Jawa memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh bahasa sunda. Bahasa Inggris berbeda pula dengan bahasa Prancis ataupun bahasa Arab.

Keunikan-keunikan itu, terkait dengan kreatifitas pemakainya dan fleksibelitas yang menjadi karakteristik dari bahasanya. Adapun keunikan suku bahasa, dapat diketahui dengan melalui kamus dan tata bahasa yang berlaku pada bahasa itu

9.Bahasa itu Universal
Tiap bahasa itu dibentuk oleh vokal dan konsonan, ciri ini menandai bahasa yang dipakai diseluruh dunia. Akan tetapi, vokal dan konsonan pada setiap bahasa itu memiliki kekhasannya masing-masing, baik itu jumlah atau variasinya. Sebagai Contoh, Bahasa Indonesia memiliki 5 (lima) vokal dan 21 konsonan dan Bahasa Inggris memiliki 16 vokal termasuk iftong serta 16 konsonan.

10. Bahasa itu Dinamis
Penyebab terjadinya perkembangan dari bahasa antara lain berupa kontak antara bahasa yang satu dengan yang lainnya atau lebih, sehingga membentuk variasi bahasa yang baru. Perkembangan bahasa juga disebabkan oleh perkembangan pengetahuan dan teknologi sehingga masyarakaat sebagai pemakainya memandang perlu menggunakan kosa kata baru dengan makna yang baru pula tentunya. Sebagai contoh, seiring dengan perkembangan media sosial, sekarang dikenal dengan sebutan selfie, unggah, update status dan sejenisnya.

11. Bahasa itu Bervariasi
Variasi bahasa juga dikelompokan kedalam beberapa macam yakni ideolek, dialek, kronolek, dan ragam.

  • Ideolek merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorang, setiap orang tentunya memiliki gaya masing-masing ketika berbahasa. Hal itu seperti yang tampak pada tokoh-tokoh nasional. Gaya bicara dari presideb Suharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurahman wahid, Megawati ataupun presiden Susilo Bambang Yudhoyono mereka memiliki gayanya masing- masing.
  • Dialek merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok masyarakat pada tempat tertentu. Misalnya, dalam bahasa Jawa dikenal dengan dialek cirebon, dialek banyumas. Adapun dalam bahasa sunda ada dialek cianjur, ciamis, dan sebagainya.
  • Kronolek merupakan variasi bahasa yang terjadi dikarenakan perkembangan jaman. Sebagai contoh, variasi ini tampak pada novel. Novel yang angkatan balai pustaka, pujangga baru, angkatan 45 ataupun angkatan-angkatan berikutnya. Variasi-variasi bahasanya tampak pada pilihan kata Dan pemaknaannya,
  • Ragam merupakan variasi bahasa yang dipengaruhi konteks pemakainya. Dalam hal ini, dikenal dengan adanya ragam formal dan ragam santai. Adapula ragam bahasa lisan dan tertulis.

12. Bahasa itu Manusiawi
Ciri khas manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya terletak pada kemampuannya dalam berbahasa. Makhluk lain seperti hewan tidak memiliki bahasa. Adapun suara-suara yang mereka hasilkan, lebih tepat disebut dengan bunyi.

Fungsi Bahasa

1. Bahasa Sebagai Alat Berpikir
Yaitu seperti halnya antara manusia dengan bangsa primata lainnya adalah faktor keberadaan bahasa. Akan tetapi, kemampuan otak mereka tidak dipergunakan untuk berpikir dan melahirkan ilmu pengetahuan karena ketidak adaan bahasa pada mereka. Dengan sarana bahasa itulah manusia dapat perpikir, hal seperti ini bisa terjadi pada munusia ketika tidak memiliki bahasa sebagai sarana berpikirnya. Sebagai contoh : seseorang tidak tau cara berlari, apabila ia memiliki pembendaharaan kata yang ada sangkut pautnya dengan benda dan kegitan tersebut. Untuk itu, semakin banyak kata yang kita kuasai, maka semakin mudah untuk berpikir dan banyak pula solusi yang mungkin bisa kita lahirkan dari proses berpikir itu.

2. Bahasa Sebagai Sarana Ekspresi Diri
Semua manusia pastinya memiliki perasaan, keinginan, harapan dan sejenisnya. Semua itu dapat diungkapkan dengan bahasa. Kita bisa menyatakan karakter dan jati diri kita. Rasa optimis, senang, curiga, keluhan, kemrahan dan sebagainya. Semua itu dapat diungkapkan melalui bahasa yaitu kata-kata. Sebagai contoh : Asyik uang belanja ku lebih.

3. Bahasa Sebagai Sarans Komunikasi
Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi ada 2 (dua) bagian, yaitu sebagai berikut :

  1. Penggunaan bahasa lisan yaitu, kegitan berbicara dan menyimak. Bahasa lisan sendiri cenderung bersifat spontan, kalimatnya pendek-pendek dan menggunakan kosa kata percakapan. Seperti : kok, dong, sih, deh.
  2. Penggunaan bahasa tertulis yaitu, kegiatan menulis dan membaca bahasa secara tertulis. Tertulis lebih tertata dikarenakan kita memiliki banyak waktu untuk memilih dan menggunakan kosa kata secara tepat. Struknya juga lebih lengkap dari pada struktur ragam bahasa lisan.

4. Bahasa Sebagai Sarana Intregasi dan Adaptasi Sosial
bahasa juga berperan sebagai sarana komunikatif. Konsekuensi logisnya yaitu bahasa dapat menjadikan setiap orang merasa menjadi bagian Dari kelompok masyarakat. Contoh Misalnya :
orang-orang yang sedang berada diperantauan. Karena kita menggunakan bahasa yang sama, mereka merasa bersaudara, mereka merasa memiliki kedekatan emosi, walaupun awalnya mereka tidak saling mengenal. Dalam hal inilah bahasa memiliki fungsi sebagai sarana persatuan. Sesorang merasa bagian dari masyarakaat karena kesamaan bahasa.

Itulah sekilas penjelasan tentang Fungsi Bahasa dan Hakikat Bahasa, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan untuk mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami

Baca Juga >>>