Pengertian Analisis Wacana, Beserta Jenis, Teori dan Metodenya

Pengertian Analisis Wacana, Beserta Jenis, Teori dan Metodenya

Posted on

Pengertian Analisis Wacana, Beserta Jenis, Teori dan Metodenya – Pembahasan kita kali ini tentang Analisis Wacana, yang mencakup Pengertian, Jenis, teori dan metode Analisis Wacana. Penasaran? silahkan simak ulasannya berikut ini :

Pengertian Analisis Wacana, Beserta Jenis, Teori dan Metodenya

Definisi Analisis Wacana

Analisis Wacana atau Discourse analysis ialah suatu cara atau metode utk mengkaji wacana / discourse yang terdapat atau terkandung didalam pesan-pesan komunikasi baik itu secara tekstual maupun kontekstual.

Analisis wacana berkenaan dgn isi pesan komunikasi, yang sebagian diantaranya berupa teks, naskah pidato, transkrip sidang atau perdebatan di forum, sidang parlemen, artikel yg termuat disurat kabar, buku-buku (essay, novel dan Roman), serta iklan kampanya Pemilu.

Analisis wacana sendiri memungkinkan kita melihat bagaimana pesan-pesan diorganisasikan, dugunakan serta dipahami. Disamping, analisis wacana juga bisa memungkinkan kita melacak variasi cara yg digunakan oleh komunikator (Penulis, Pembicara dan Sutradara) dlm upaya mencapai tujuan atau maksud-maksud tertentu melalui pesan-pesan berisi wacana-wacana tertentu yg disampaikan.

Jenis-Jenis Analisis Wacana

Dengan cara melihat posisi dari peneliti dlm perspektif kritis, analisis wacana bisa diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Bertolak dgn cara demikian maka analisis wacana dalam kajian komunikasi bisa terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :

1. wacana respresentasi (discourse of representation)
Bersifat positivistik modernisme. Peneliti terpisah dari objek yg diteliti & mempersepsi objek serta membuat representasi realitas dlm bentuk pengungkapan bahasa & tidak bersifat kritikal.

2. wacana pemahaman atau wacana interpretif (discourse of postmodernism)
Bersifat interpretive modernism. Antara peneliti dgn objek (realitas yg diteliti) tidak terpisah. Realitas didefiniskan oleh peneliti melalui interaksi antara yg mengetahui (subjek penelitian/informan) dgn pengetahuan (terutama dari sumber-sumber literatur). Peneliti menstruktur observasi yg karena itu menstruktur apa yg diketahui (realitas) & tidak bersifat kritikal.

3. wacana keragu-raguan (discourse of suspicion)
Bersifat struktural & critical modernism. Peneliti mengkonstruksi realitas berdasarkan frame social arrangement & bersifat kritikal.

4. wacana posmodernisme (discourse of posmodernisme).
Bersifat poststructural dgn menolak segala social arrangement & bersifat kritikal.

Teori Analisis Wacana

1. Teori Wacana Bakhtinian

Bakhtin dkk cenderung memahami wacana sebagai tuturan, yakni pertalian antara suara penutur dgn suara orang lain yg terimplikasi dalam tuturan penutur itu. Bakhtin dan kawan-kawan membuat beberapa tipologi wacana sebagai berikut:

1. Pertama, Wacana Linear, ialah wacana yg memandang wacana lain hanya dlm sebuah garis besar dengan batas-batas eksternal yg jelas dengan meminimalkan individualitas internalnya. Contoh dalam wacana ini ialah puisi. Puisi cenderung menenggelamkan aneka suara dlm satu kesatuan suasana, yaitu suasana penutur. Tuturan lain dlm puisi direduksi sedemikian rupa sehingga yg tersisa hanya garis besarnya saja.

2. Kedua, Wacana piktural, ialah wacana yg dengan tangkas dan halus bisa menerobos wacana lain, baik itu dalam bentuk komentar maupun ejekan. Seperti contoh wayang. Dalam wayang, dalang dapat memberikan komentar dan penilaian terhadap tokoh-tokohnya, serta sebaliknya, tokoh-tokoh bisa melakukan protes terhadap dalang.

3. Ketiga, Dalam hal ini Bakhtin dkk membagi wacana menjadi 2 (dua) jenis, yaitu Wacana Satu-Suara & Wacana Suara-Ganda, Wacana Satu-Suara meliputi wacana linear dan wacana piktural. Dan sedangkan Wacana Suara-Ganda meliputi Stilisasi, Skaz, Parodi, dan Polemik terselubung.

2. Teori Wacana Althusser

Teori wacana Althusser, wacana cenderung dipahami sebagai ideologi dlm praktik. Tak ada ideologi tanpa wacana, dan tak ada wacana tanpa ideologi. Ideologi yg tidak mewujud secara material, tanpa subjek dan untuk subjek, hal itu akan kehilangan fungsinya. Lebih jauh lagi, sesuai teori Marxis, wacana sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari formasi sosial yang ada, formasi sosial yang terbangun dari 2 (dua) atau lebih kelas sosial yang saling bertentangan, terlibat dlm pertentangan dan pertarungan kelas dengan ideologinya masing-masing.

Metode Analisi Wacana

Dalam melakukan analisis wacana kita memerlukan metode kerja. Ada sejumlah metode yang dapat diterapkan, bahkan sudah diterapkan oleh para ahli wacana. Dalam buku Metode Analisis Teks & Wacana dipaparkan ada 12 metode analisis wacana (Titscer, Stefan, dkk, penerjemah Gasali, dkk, 2009).

Adadpun Ke-12 (dua belas) metode itu adalah sebagai beikut :
(1) Metode Analisis Isi
(2) Grounded Theory
(3) Metode Etnografi
(4) Metode MCD Etnometodologis
(5) Metode Analisis Percakapan Etnometodologis
(6) Metode Semiotik Naratif
(7) Metode SYMLOG
(8) Metode CDA
(9) Metode Pragmatik Fungsional
(10) Metode Teori Pembedaan
(11) Metode Hermeneutik Objektif
(12) Metode Friming.

Itulah sekilas penjelasan tentang Pengertian Analisis Wacana, Beserta Jenis, Teori dan Metodenya, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan untuk mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami

Baca Juga >>>