Pengertian Inflasi, Jenis-Jenis dan Cara Penanganannya

Pengertian Inflasi, Jenis-Jenis dan Cara Penanganannya

Posted on

Pengertian Inflasi, Jenis-Jenis dan Cara Penanganannya – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Inflasi. Lebih jelasnya simak ulasannya berikut :

Pengertian Inflasi, Jenis-Jenis dan Cara Penanganannya

A. Pengertian Inflasi

Inflasi ialah proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerus. Kejadian ini akan menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini terjadi karena dalam inflasi akan terjadi penurunan tingkat pendapatan (Bambang dan Aristanti, 2007).

Pengertian Inflasi sendiri yakni suatu keadaan atau circumstance yang menyebabkan naiknya harga secara umum atau proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus atau berkesinambungan. Dengan kata lain Inflasi ialah proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi sendiri yakni proses suatu kejadian dan bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Sehingga, jangan menganggap kalau tingkat harga tinggi itu berarti inflasi juga tinggi. Inflasi akan terjadi jika proses kenaikan harga yang terus-menerus dan saling pengaruh mempengaruhi (Sukwiaty, dkk., 2009).

Dalam pengertian inflasi tersebut terdapat 3 poin (tiga) penting yakni:

1. Pada Inflasi, terjadi kecenderungan dalam peningkatan harga.
2. Peningkatan harga dalam inflasi ini terjadi terus menerus atau kontinu bukan hanya sekali atau 2 (dua) kali saja dalam suatu waktu saja.
3. Berhubungan dengan pengertian tingkat harga umum, tidak terbatas pada beberapa komoditas saja ataupun hanya pada satu waktu saja.

B. Jenis-jenis inflasi

Jenis-jenis inflasi yang terjadi bisa dikelompokkan berdasarkan sifat, sebab terjadinya, dan berdasarkan asalnya.

B.1 Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Sifat

Jenis-jenis inflasi berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 4 (empat) kelompok utama yaitu inflasi sangat tinggi, inflasi berat, inflasi menengah dan inflasi rendah.

1. Inflasi rendah atau creeping inflation
Inflasi rendah atau creeping inflation merupakan inflasi yang besarnya kurang dari 10 % tahun. Inflasi seperti ini akan terkesan dibutuhkan dalam perekonomian untuk mendorong produsen agar memproduksi lebih banyak barang maupun jasa.

2. Inflasi Menengah atau Galloping Inflation
Inflasi menengah merupakan inflasi yang besarnya berkisar antara 10-30 % tiap tahunnya. Inflasi menengah akan terjadi saat harga-harga barang dan jasa naik secara cepat dan besar. Dalam perekonomian, inflasi ini dapat disebut dengan inflasi dua digit.

3. Inflasi berat atau High Inflation
Inflasi berat atau high inflation merupakan sebuah inflasi yang berada dalam kisaran 30-100% setiap tahunnya.

4. Inflasi sangat tinggi atau Hyperinflation
Inflasi sangat tinggi atau hyperinflation merupakan inflasi yang terjadi dengan kenaikan harga mencapai 4 (empat) digit atau diatas 100 %. Sebelum terjadi hiperinflasi, saya sarankan anda membeli banyak barang ataupun aset sebanyak-banyaknya, karena saat terjadi hiperinflasi, uang anda lebih baik dibakar.

B.2 Jenis-jenis inflasi berdasarkan Sebabnya

Jenis-jenis inflasi berdasarkan sebabnya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu demand pull inflation, cost pull inflation dan bottle neck inflation.

1. Demand Pull Inflation
Demand pull inflation merupakan inflasi yang terjadi akibat pengaruh permintaan (demand) yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah penawaran produksi. Hal ini sendiri menyebabkan kenaikan harga barang sesuai dengan hukum permintaan yaitu jika permintaan tinggi sedangkan penawaran tetap maka harga akan naik. Jika hal tersebut berlangsung terus-menerus, akan terjadi inflasi berkepanjangan.

2. Cost Push Inflation
Cost inflation merupakan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan biaya input atau biaya faktor produksi.

3. Bottle neck inflasi atau inflasi leher botol
Bottle neck inflasi merupakan inflasi yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.

B.3 Jenis-jenis inflasi berdasarkan Asalnya

Jenis-jenis inflasi berdasarkan asalnya dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu inflasi domestik dan inflasi diimpor atau imported inflasi

1. Inflasi Domestik
Inflasi domestik merupakan inflasi yang terjadi akibat adanya defisit dalam pembiayaan dan belanja negara yang terlihat pada anggaran belanja negara (APBN).

2. Inflasi diimpor
Inflasi diimpor merupakan inflasi yang berasal dari luar negeri yang timbul karena negara negara yang menjadi mitra dagang negara tertentu mengalami inflasi yang tinggi. Kenaikan harga harga di luar negeri yang menjadi mitra dagang utama yang secara langsung atau tidak langsung akan menaikkan biaya produksi dalam negeri. Kenaikan ini akan menaikkan harga harga barang

C. Cara Penanganan Inflasi

Berikut beberapa cara dalam menangani inflasi atau mengontrol inflasi :

1. Meningkatkan produksi barang & jasa dalam negeri khususnya sembako
2. Mengurangi budaya konsumtif masyarakat dengan pendidikan
3. Meningkatkan produktivitas industri mikro semacam home industri
4. Kendali terhadap pajak dan harga harga barang serta jasa oleh pemerintah
5. Mengurangi ekspor barang dan jasa dari luar negeri khususnya kepada negara yang mengalami inflasi yang cukup tinggi.
6. Meningkatkan atau menambah lapangan kerja sehingga kemampuan atau daya beli masyarakat bertambah. Banyak ahli yang telah menyepakati adanya TKI yang bekerja di luar negeri untuk mengurangi inflasi
7. Beberapa negara memberikan bantuan dana kepada warganya. Namun, banyak ahli tidak sepakat dengan cara ini bila digunakan secara berkepanjangan. Akan menyebabkan inflasi yang lebih besar lagi karena beban negara khususnya APBN bertambah diwilayah subsidi.
8. Mengurangi subsidi atau bahkan tidak mensubsidi barang-barang yang dikonsumsi oleh warga yang tidak miskin. Termasuk BBM diatas penggunaan 3 (tiga) liter.

Itulah sekilas Pengertian Inflasi, Jenis-Jenis dan Cara Penanganannya, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami.

Baca Juga >>>