Mikroorganisme Penghasil Antibiotik

Mikroorganisme Penghasil Antibiotik

Posted on

Mikroorganisme Penghasil Antibiotik – Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan memiliki daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 3000 antibiotik, akan tetapi hanya sedikit saja yang diproduksi secara komersil. Adapun beberapa antibiotik telah bisa diproduksi dengan kombinasi sintesis mikroorganisme serta modifikasi kimia, yang antara lain: golongan penisilin, sefalosporin, dihidrostreptomisin, klindamisin, tetrasiklin dan rifamisin.

Mikroorganisme Penghasil Antibiotik

Mikroorganisme penghasil antibiotik sendiri meliputi golongan bakteri, aktinomisetes, fungi, dan beberapa mikroba lainnya. Kira-kira 70% antibiotik yang dihasilkan oleh aktinomisetes, 20% fungi dan 10% oleh bakteri. Streptomyces adalah penghasil antibiotik yang paling besar jumlahnya. Bakteri juga banyak yang menghasilkan antibiotik terutama Bacillus. Akan tetapi kebanyakan antibiotik yang dihasilkan bakteri ialah polipeptid yang terbukti kurang stabil, toksik dan sukar dimurnikan. Antibiotik yang dihasilkan fungi pada umumnya juga toksik, kecuali grup penisilin.

1. Golongan Bakteri

Di lingkungan tanah yang mendapat aerasi cukup, bakteri maupun fungi akan dominan. Dan sedangkan di lingkungan yang mengandung sedikit atau tanpa oksigen, bakteri berperanan terhadap hampir semua perubahan biologis serta kimia lingkungan tanah. Bakteri menonjol karena kemampuannya tumbuh dengan cepat dan mendekomposisi berbagai substrat alam.

Ada berbagai macam pengelompokan bakteri, dan salah satu penggolongan dilakukan oleh Winogradsky, membagi bakteri menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:

  1. Autochthonous atau indigenous. Populasi bakteri ini tidak berfluktiiasi. Nutrien didapat dari zat-zat organik tanah serta tidak memerlukan sumber nutrien eksternal.
  2. Zymogenous atau organisme yang melakukan fermentasi populasi golongan ini paling aktif melakukan transformasi kimia. Bakteri penghasil antibiotik terutama dari spesies Bacillus (basitrasin, polimiksin, sirkulin), dan selain itu juga dari spesies Pseudornonas (Pyocyanine), chromobacterium (Iodinin) dan sebagainya.

2. Golongan Fungi

Kebanyakan spesies dari fungi dapat tumbuh dalam rentang pH yang lebih lebar, dari sangat asam hingga yang sangat alkali. Populasi fungi sendiri biasanya mendominasi daerah asam, karena mikroba lain seperti bakteri & aktinomisetes tidak lazim dalam habitat asam. Dalam biakan, bahkan fungi bisa tumbuh pada pH 2 — 3 dan beberapa strain masih aktif pada pH 9 atau lebih. Sebagai salah satu organisme yang menghasilkan antibiotik yang terkenal yaitu : Penicilium (penisilin, griseofulvin), Cephalosporium (sefalosporin) serta beberapa fungi-lain seperti Aspergillus (fumigasin); Chaetomium (chetomin); Fusarium (javanisin), Trichoderma (gliotoxin) dan lain-lain

3. Golongan Aktinomisetes

Aktinomisetes merupakan mikroorganisme uniseluler, menghasilkan miselium bercabang serta biasanya mengalami fragmentasi atau pembelahan untuk membentuk spora. Mikroorganisme ini hampir tersebar luas dan tidak hanya di tanah tetapi juga di kompos, lumpur, dasar danau hingga sungai. Pada awalnya organisme ini diabaikan karena pertumbuhannya pada plate agar sangat lambat. Namun sekarang banyak diteliti dalam hubungannya dengan antibiotik. Jenis organisme ini merupakan penghasil antibiotik yang paling besar diantara kelompok penghasil antibiotik, terutama dari jenis streptomyces (Bleomisin, Eritromisin, Josamisin, Kanamisin, Neomisin, Tetrasiklin serta masih banyak lagi). Dan di samping itu, anibiotik juga dihasilkan dari aktinomisetes jenis Mikromonospora (Gentamisin, Fortimisin, Sisomisin); Nocardia (Rifamisin, Mikomisin) dan lain-lain. Di alam, aktinomisetes bisa ditemui sebagai konidia atau bentuk vegetatif.

Dilihat dari daya basminya terhadap mikroba, antibiotika dibagi manjadi 2 (dua) kelompok yakni yang berspektrum sempit dan berspektrum luas. Walaupun suatu antibiotika berspektrum luas, efektifitas klinisnya tidak seperti apa yang diharapkan, sebab efektifitas maksimal diperoleh dengan menggunakan obat terpilih untuk infeksi yang sedang dihadapi, dan bukan dengan antibiotika yang spektrumnya paling luas.

Dan berdasarkan mekanisme kerjanya, antibiotika dibagi dalam 5 (lima) kelompok, yaitu sebagai berikut :

  1. Yang menggangu metabolisme sel mikroba. Yang termasuk disini ialah : Sulfonamid, trimetoprim, PAS, INH
  2. Yang menghambat sintesis dinding sel mikroba. Yang termasuk disini ialah : Penisilin, sefalosporin, sefamisin, karbapenem, vankomisin
  3. Yang merusak keutuhan membran sel mikroba. Yang termasuk disini ialah : Polimiksin B, kolistin, amfoterisin B, nistatin
  4. Yang menghambat sintesis protein sel mikroba. Yang termasuk disini ialah : Streptomisin, neomisin, kanamisin, gentamisin, tobramisin, amikasin, netilmisin, eritromisin, linkomisin, klindamisin, kloramfenikol, tetrasiklin, spektinomisin .
  5. Yang menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba. Yang termasuk disini ialah : Rifampisin, aktinomisin D, kuinolon.

Itulah penjelasan mengenai Mikroorganisme Penghasil Antibiotik, semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua, sekian dan terima kasih.

Baca Lainnya >>>