18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli
18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli

18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli Terlengkap

Posted on

18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli Terlengkap – Pembelajaran di artikan sebagai pengalaman yang nantinya dapat berdampak pada sikap kita yang akan menjadi lebih baik, Pembelajan sendiri dapat di dapatkan dari banyak tempat, contoh Seperti sekolah, lingkungan masyrakat atau tempat lainya, Namun ternyata ada opini lain mengenai Pembelajaran, yaitu menurut para ahli yang berkopeten, Apa saja pengertian pembelajaran menurut ahli tersebut.

18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli
18 Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian pembelajaran menurut para ahli:

1. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 dijelaskan Tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik & sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.

2. Warsita menjelaskan bahwa “Pembelajaran merupakan suatu usaha untuk bisa membuat peserta didik belajar atau kegiatan untuk membelajarkan peserta didik”.

3. Sudjana menjelaskan bahwa “Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik & sengaja untuk bisa menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yakni antara peserta didik (warga belajar) & pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan”.

4. Corey menjelaskan bahwa “Pembelajaran itu merupakan proses dimana lingkungan seseorang secara di sengaja dikelola untuk sebisa memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau dapat menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran juga merupakan subset khusus dari pendidikan”.

5. Dimyati dan Mudjiono, menjelaskan bahwa “Pembelajaran merupakan kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk bisa membuat siswa belajar aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar”.

6. Trianto menjelaskan bahwa “Pembelajaran itu merupakan aspek kegiatan dari manusia yang kompleks, dan tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”. Pembelajaran secara simpel dapat juga diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan serta pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks merupakan usaha sadar dari seorang guru untuk bisa membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

7. Munif Chatib menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi serta siswa sebagai penerima informasi.

8. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan kombinasi yang tertata dan meliputi segala unsur mulai dari manusiawi, perlengkapan, fasilitas, prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan dari pembelajaran. Beliau juga mengemukakan tiga rumusan yang dianggap penting tentang pembelajaran, yaitu antara lain:

  1. Pembelajaran merupakan upaya mengorganisasikan lingkungan pendidikan untuk dapat menciptakan situasi serta kondisi belajar bagi siswa.
  2. Pembelajaran merupakan upaya penting untuk mempersiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang baik dan diharapkan.
  3. Pembelajaran merupakan proses membantu siswa untuk menghadapi kehidupan atau terjun di lingkungan masyarakat.

9. Knowles menurutnya Pembelajaran merupakan cara pengorganisasian peserta didik untuk bisa mencapai tujuan pendidikan.

10. Slavin menjelaskan bahwa pembelajaran itu didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman.

11. Woolfolk menjelaskan bahwa Pembelajaran itu berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya dapat menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan serta tingkah laku.

12. Rahil Mahyuddin menurutnya pembelajaran merupakan perubahan tingkah laku yang melibatkan keterampilan kognitif yaitu dalam penguasaan ilmu serta perkembangan kemahiran intelek

13. Achjar Chalil menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik & sumber belajar pada suatu lingkungan belajar

14. David Ausubel Ia mengemukakan bahwa teori belajar yaitu teori belajar bermakna. Belajar juga dapat diklasifikasikan dalam dua dimensi, yaitu:

  1. Dimensi yang dapat berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran disajikan kepada siswa melalui penerimaan atau penemuan.
  2. Dimensi yang menyangkut cara bagaimana siswa bisa mengabaikan informasi pada struktur kognitif yang ada. Struktur kognitif merupakan fakta, konsep, serta generalisasinya yang telah dipelajari & diingat siswa.

Dalam implementasinya, teori ini juga terdiri dari dua fase, yaitu mula-mula ia menyangkut pemberian “the organizer” atau materi pendahuluan yang diberikan sebelum kegiatan berlangsung & dalam tingkat abstraksi. Fase berikutnya dimana organisasinya lebih spesifik serta terarah.

15. G.A Kimbleg menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan suatu perubahan kekal secara relatif dalam keupayaan kelakuan akibat latihan yang diperkukuh.

16. Syaiful Sagala menurutnya Pembelajaran merupakan membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar, yang juga merupakan penentu utama dalam keberhasilan pendidikan”. Pembelajaran pula merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dapat dilakukan pihak guru sebagai pendidik., sedangkan belajar oleh peserta didik.

17. Briggs menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan seperangkat peristiwa yang dapat mempengaruhi si pelajar sedemikian rupa sehingga si pelajar itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan.

18. Rahil Mahyuddin menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan proses perubahan tingkah laku yang di dalamnya melibatkan keterampilan keognitif yakni penguasaan terhadap ilmu serta perkembangan keterampilan yang intelek.

Itulah sekilas penjelasan tentang belajar semoga bermanfaat dan sampai jumpa.