Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling

Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling

Posted on

Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling – Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel Pengertian populasi & sampel serta teknik sampling secara singkat & jelas yang mudah untuk di pahami.

Pengertian Populasi

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang memiliki kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari & kemudian diambil kesimpulannya.

Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling

Adapun artian dari populasi ialah bukan hanya ada orang atau makhluk hidup, tetapi termasuk juga benda-benda alam lainnya. Populasi juga bukan sekedar jumlah pada objek maupun subjek yang dipelajari, namun juga meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki oleh ojek maupun objek. Bahkan satu orangpun bisa digunakan sebagai populasi, kenapa bisa? karena satu orang memiliki banyak karakteristik, contoh, seperti gaya bicara, disiplin, pribadi dan lain sebagainya.

Pengertian Sampel

Sampel merupakan sebagaian dari jumlah & karakteristik yang dimiliki oleh populasi, ataupun bagian kecil dari anggota populasi itu sendiri, yang telah diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili dari populasinya. Dan apabila populasi besar, & peneliti tidak mungkin mempelajari seluruh yang ada dalam populasi, hal seperti ini di karenakan adanya keterbatasan dana, tenaga & waktu, maka dari itu peneliti juga dapat memakai sampel yang diambil dari populasi. Sampel yang akan diambil dari populasi ini harus betul-betul representatif atau dapat mewakili.

Cara atau teknik pengambilan sampling

Teknik Sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel. Dan terdapat berbagai macam teknik sampling untuk bisa menentukan sampel yang akan dipakai dalam suatu penelitian. Teknik sampling sendiri pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam, yakni probability sampling & non-probability sampling. Dan berikut ini merupakan penjelasan dari keduanya:

a. Probability sampling merupakan teknik sampling yang dapat memberikan peluang ataupun kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) dari populasi untuk bisa dipilih menjadi anggota sampel, dan tekhnik ini terdiri atas:

  • Simple random sampling : Simple atau sederhana sebab dalam pengambilan sampel anggota dari populasi dilakukan secara acak, dan tanpa memperhatikan strata yang terdapat dalam populasi itu sendiri. Dan cara ini dapat lakukan jika anggota populasi dianggap homogen.
  • Dispropotionate Stratified Random Sampling : Suatu teknik yang digunakan untuk bisa menentukan jumlah sampel, jika populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
  • Proportionate stratified random sampling : salah satu teknik yang digunakan apabila populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen serta berstrata secara proporsional.
  • Area sampling (Cluster sampling) : Teknik sampling daerah dipakai untuk bisa menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya suatu penduduk dari suatu negara, provinsi ataupun dari suatu kabupaten.

b. Non probability sampling merupakan teknik yang tidak bisa memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, dan teknik ini terdiri atas:

  • Sampling Sistematis : suatu teknik dalam pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
  • Sampling Kuota : Teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Misalnya, jumlah sampel laki-laki sebanyak 70 orang maka sampel dari perempuan juga sebanyak 70 orang.
  • Sampling aksidental : Suatu teknik dalam penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yakni siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipakai sebagai sampel, dan jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untuk dijadikan sebagai sumber data.
  • Purposive Sampling : Suatu teknik dalam penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau sleksi khusus. Misalnya, kamu meneliti kriminalitas di suatu Kota atau daerah tertentu, maka kamu mengambil informan yaitu Kapolresta kota atau daerah tersebut, seorang pelaku kriminal & seorang korban kriminal yang ada di kota tersebut.
  • Sampling Jenuh : Suatu teknik dalam penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering sekali dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil atau sedikit, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang relatif kecil.
  • Sampling Snowball : Teknik dalam penentuan sampel yang pada mula-mula jumlahnya kecil atau sedikit, lalu kemudian membesar. Atau sampel berdasarkan penelusuran dari sampel yang sebelumnya. Misalnya, penelitian mengenai kasus korupsi bahwa sumber informan pertama mengarah kepada informan kedua lalu informan seterusnya.

Itulah sekilas tentang Pengertian Populasi Dan Sampel Serta Teknik Sampling, yang bisa saya sampaikan diartikel diatas, semoga bermanfaat, sampai jumpa.