Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya
Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya

Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya

Posted on

Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya – Pembagian gangguan dan penyakit pada sistem otot bisa dijadikan sebagai infeksi, genetik, hormonal, autoinum, keracunan dan kanker. Akan tetapi luka yang terjadi pada fisik yang dapat mempengarhi ototmenjadi salah satu penyebab umum gangguan pada sistem kerangka otot. Cara mengobati gangguan pada sistem otot pada banyak kasus baik bergejala atau sebagai terapi pendukung dengan penyakit sebelumnya.

Sistem pada tubuh yang memberi fasilitas pergerakan dinamakan sistem otot. Otot membentuk 40% dari berat tubuh kita. Kerja lain dari otot selain melekukan gerakan tubuh ialah otot juga mempunyai tanggung jawab untuk pembangkit panas dan menjaga kestabilan tubuh. Pada vertebrata sistem saraf yang mengendalikan sistem otot. Beragam janis oto yang bersama-sama membentuk sistem otot pada manusia seperti jantung, otot rangak dan otot halus.

Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya
Kelainan Dan Gangguan Pada Otot Manusia Dan Penjelasannya

Gangguan-gangguan pada sistem otot:

– Myology Orofasial ialah seperangkat gangguan yang akan mempengaruhi otot-otot pada sekitar wajah., rahanh, bibir dan mulut. Terdapat beberapa jenis gangguan myology orofasial contohnya tersumbatnya saluran udara pada hidung, gangguan berbicara, maloklusi gigi, cara tak biasa atau tak lazin saat mengunyah dan menelan, bentuk atau postur tidak normal pada otot-otot orofasial waktu beristirahat dan penyebab lain yang berbeda dari gangguan myology orofisial ialah: pertumbuhan gigi yang tidak seimbang, terjadi hambatan atau keterbatasan pada saluran nafas dibagian atas, proses pembentukan tubuh rendah, pada saat istirahat sikap lidah akan rendah, pertumbuhan pada tulang tengkorak yang tidak mencukupi dan pada wajah, pertumbuhan atau pengembangan leher dan kepala otot tidak mencukupi, cara pengobatan yang dapat dilakukan atau digunakan untuk mengatasi gangguan myology orofisial termasuk dlam pemulihan yang tepat, belajar mengulang gerakan otot dan pembentukan postur bibir yang mencukupi agar dapat berbicara atau bunyi bahasa.

– Atonia, pada gangguan ini otot mengalami kehilangan daya elastisnya. Karena daya elastisitas pada otot menghilang maka atonia dianggap gangguan yang berbahaya. Gangguan otot ini terdeteksi dari gejala atau kondisi yang berbeda dari kejang atonik tersebut, atonia uteri dan atonia gastrointestinal. Kejang atonik yang didahului atau ditandai dengan perubahan yang disebabkan pada otak dalam jangka waktu tidak lama atau sementara yang pada waktunya disebabkan oleh selang diotot. Atonia yang terjadi pada saluran pencernaan akan mengakibatkan otot kehilangan kemampuan untuk mendorong. Kondisi seperti ini juga digambarkan sebagai turunnya aktifitas motorik dari saluran gastrointesinal. Atonia yang terjadi pada uteri akan menyebabkan otot-otot pada rahim kehilangan nada mereka. Kontraksi pada otot rahim akan bertanggung jawab untuk kompresi pembuluh darah sehingga apa bila terjadi atonia pada uteri akan terjadi pembekuan darah. Hilangnya kemampuan pada otot akan menghambat proses pembekuan darah maka akan terjadi pendarahan akut.

– Miopati, gangguan ini merupakan salah satu dari sekian banyak gangguan pada sistem otot, hal tersebut dapat terlihat dari kelemahan otot akibat fungsi yang tidak tepat dari serat otot. Gangguan yang terjadi pada otot yang berbeda seperti kekakuan, kram otot dan kejang juga bisa dikaitkan dengan miopati. Terdapat banyak jenis miopati dan penyebabnya, cara pengibatan untuk masing-msing jenis berbeda. Cara pengobatan yang dilakukan atau digunakan untuk mengatasi miopatibisa menjadi orang yang menargetkan penyebab pasti atau mereka bersangkutan dengan gelaja-gejalanya saja. Terapi obat, terapi fisik, akupuntur, operasi dan menguatkan atas dukungannya merupakan satu diantara cara pengobatan yang dapat digunakan untuk tindakan miopati.

– Gangguan otot dasar pelvis atau pelvic floor muscel disorder. Gangguan ini terjadi pada otot dasar panggul, otot yang membentuk dasar panggul tetap dalam kondisi diperketat atau kontraksi. Penyebab gangguan pada otot ini tidak diketahui akan tetapi deralasan dari pengetatan otot bisa jadi trauma, stres dan lain-lain. Beberapa orang menderita masalah seperti intensitas buang air kecil yang sering atau rasa nyeri pada panggul. Cara pengobatan yang digunakan untuk gangguan ini termasuk terapi fisik, relaksasi otot, biofeedback dan penggunaan obat seperti tamsulosin.

– Diastasis recti. merupakan gangguan dimana abdominis pada otot rektus, biasanya diikuti dengan linea alba akan dipisahkan menjadi dua bagian kiri dan kanan. Gangguan ini akan mempengaruhi wanita hamil dan bayi yang baru dilahirkan. Campuran seperti pengembangan hernia ventral atau tali pusat dilakukan dengan cara operasi. Pada kasus yang gerjadi pada orang dewasa tindakan operasi sangat penting dalam kasus yang ekstrim, pengobatan dengan cara fisioterapi digunankan untuk gangguan dengan tingkat rendah.

loading...

– Laminopathy. Gangguan ini merupakan gangguan genetik dimana mutasi cenderung terjadi pada ge-gen yang menyandi protein hadir dala inti lamina. Sejalan dengan distrofi otot, terdapat banyak gejala lain seperti displasia, diabetes dan lipodistrofi yang ditunjukan oleh orang yang menderita laminopathy. Pengobatan yang dapat dilakukan untuk gangguan ini yang mendukung atau suportif dan simptomatik. Orang yang menderita distrofi otot dapat diperlakukan dengan bantuan terapi fisik.

– Central core atau penyakit inti sentral merupakan miopati bawaan, gangguan ini pertama kalli dijelaskan oleh Shy dan Magee pada tahun 1956. Tanda dari gangguan ini ialah penurunan pada tonus otot, kelemahan pada otot-otot wajah, dislokasi pada pinggul, scoliosis dan lain-lain. Tidak ada cara pengobatan khusus pada gangguan ini akan tetapi penggunaan anastesi dan relaksan otot dapat dihindari. Keluarga pasien dapat diseleksi untukmendeteksi mutasi jenis RYR1.

– Degenerasi Zenker’s. Penyakit menular seperti demam tifus atau tifoid, toksemia dan lain-lain dapat menyebabkan degenerasi otot rangka, keadaan ini yang disebut degenerasi zanker’s. Pada gangguan ini otot-otot akan menjadi gembur atau lunak dan pucat, kehilangan striations silang mereka, bisa jadi pecah atau menunjukan penampilan hialin.

– Arthrogryposos. Gangguan ini juga dikenal sebagai Arthrogryposis Multiplex Congenita, ditandai dengan kontraktru pada sendi, fobrosis dan kelemahan otot.

Itulah ulasan tentang seputar kelainan dan gangguan pada otot manusia, semoga dapat membantu dan menambah wawasan para pembaca.