Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Posted on

Sikap Menerima Dampak Positif Globalisasi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi – Dalam benak kita tentu menerima bahwa adanya globalisasi, kualitas kehidupan manusia meningkat, perkembangan teknologi transportasi, informasi dan komunikasi sangat membantu dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup. Memang harus kita akui bahwa globalisasi dapat menciptakan risiko bagi masyarakat global. Hal ini terbukti, tidak sedikit orang yang menolak konsep-konsep globalisasi dan pasar bebas. Menurut pemikiran mereka globalisasi hanya menguntungkan bagi negara kaya dan melahirkan adanya penjajahan gaya baru.

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Menurut Wijianto (2005:68) pemikiran mengenai baik-buruknya globalisasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

a. Sebagian besar negara dapat menerima dan mendukung dengan baik globalisasi. Kelompok ini beranggapan bahwa globalisasi merupakan jalan keluar untuk memperbaiki perekonomian dan kesejahteraan rakyat di dunia ini.

b. Sebagian bersikap kritis dan menolak globalisasi. Kelompok ini beranggapan bahwa globalisasi dianggap sebagai bentuk penjajahan dari negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang dan miskin. Dengan adanya globalisasi semakin meningkatkan kemiskinan dan ketidak adilan bagi masyarakat.

c. Sebagian menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat begitu kuatnya pengaruh informasi dan teknologi telekomunikasi. Kelompok ini tetap kritis terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh globalisasi. Indonesia mengakui bahwa globalisasi memberikan ke-untungan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan ada-nya globalisasi diantaranya sebagai berikut.

Terbukanya kegiatan perda-gangan dunia dengan demikian pasar makin berkembang sehingga membuka peluang ekspor produk Indonesia ke berba-gai negara.

Dengan bertemunya nilai budaya sendiri dengan budaya bangsa lain dan diterim secara selektif akan membuka peluang berkembangnya nilai-nilai budaya sendiri.

Memperkuat posisi bangsa dalam pergaulan dunia. Dengan menerima globalisasi ini berarti Indonesia tidak terkucilkan dari pergaulan dunia.

Sikap Menolak Dampak Negatif Globalisasi

Sikap yang dikembangkan Indonesia adalah menerima dampak positif dari globalisasi dan menolak dampak negatifnya. Dampak negatif dari globalisasi yang di hindari bangsa Indonesia adalah:

a. Ketidakadilan

Globalisasi dapat menciptakan ketidakadilan dan kemiskinan karena penerapan aturan pasar bebas yang disepakati secara global. Dengan adanya globalisasi ekonomi setiap negara diwajibkan menghapus hambatan perdagangan. Sebagai konsekuensinya banyak investasi asing yang masuk ke negara kita dengan modal yang lebih besar maka dengan mudah menutup peluang ekonomi rakyat yang modal lebih kecil. Kondisi seperti ini, tidak sesuai dengan tujuan negara Indonesia yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mewujudkan kesejahteraan umum. Sikap kita adalah menghindari dan menolak ketidakadilan ini.

b. Berkembanganya nilai budaya negatif

Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehar-hari dari sejak dulu telah memiliki nilai-nilai luhur seperti; bersikap religius, pola hidup sederhana, bermusyawarah, rasa kebersamaan dan gotong royong, bersikap sopan santun serta solidaritas sosial. Apabila bangsa kita menerima nilai-nilai budaya asing secara utuh tanpa sikap selektif maka nilai-nilai budaya yang bersifat negatif dan tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia akan diterima oleh masyarakat.

Sebagai konsekuensinya akan berkembang pola hidup kebarat-baratan (westernisasi). Nilai-nilai kehidupan tersebut jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut harus kita tolak karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sebenarnya nilai-nilai budaya bangsa kita dapat dipergunakan untuk menangkal dampak negatif dari globalisasi tersebut. Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia harus selalu kita pertahankan meskipun arus globalisasi mengalir dengan deras dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

c. Masuknya barang-barang ilegal

Globalisasi memberikan peluang masuknya barang-barang produk luar negeri ke In-donesia secara tidak resmi. Terjadilah persaingan harga yang kurang sehat. Masyarakat yang memiliki kecenderungan pola hidup konsumtif banyak terjebak dengan barang-barang yang ilegal karena dapat diperoleh dengan harga rendah. Kejadian ini, dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi penerimaan pajak negara serta kerugian masyarakat sendiri karena barang yang dibeli tidak dijamin kualitasnya. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus memiliki sikap yang selektif terhadap hal-hal yang bersifat negatif dan dapat menimbulkan kerugian bangsa dan negara harus kita hindarkan.