Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya
Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya

Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya

Posted on

Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya – Globalisasi dapat juga membawa pengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya. Derasnya arus informasi dan hiburan dari seluruh dunia yang diterima masya rakat Indonesia telah berpengaruh terhadap pola peri laku tiap-tiap individu. Perubahan sikap dan perilaku individu akhirnya dapat mendorong perubahan tata nilai dalam masyarakat. Misalnya, mulai memudarnya semangat bergotong royong dalam masyarakat Indonesia karena adanya nilai-nilai individualisme.

Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya
Globalisasi Dalam Bidang Sosial Budaya

Menurut Anthony Giddens beberapa pengaruh globalisasi dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagai berikut.

a. Meningkatnya Individualisme

Dikuasainya jaringan informasi, berita, dan hiburan oleh negara-negara barat yang cenderung sekuler akan membawa pengaruh terhadap nilai-nilai kebangsaan. Sekulerisme mengajarkan penekanan kehidupan dan kepentingan individu serta mengajarkan nilai-nilai kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat sehinga dapat meng ganggu kepentingan individu. Nilai-nilai yang mengatur tata kehidupan masyarakat yang tidak sesuai dengan kepentingan dan keinginan individu perlahan-lahan mulai longgar.

Masyarakat Indonesia yang dulu terkenal dengan sifat keramah tamahannya mulai terkikis dengan banyaknya Àlm-Àlm Barat yang mengajarkan untuk don’t talk with stranger atau anak-anak jangan bicara dengan orang yang tak dikenal. Hal tersebut lambat laun akan menghilangkan nilai keramahan dalam tiap individu. Sifat indi vidualisme tersebut tumbuh karena adanya paham kapitalisme, yaitu paham yang lebih menekankan pada kekuatan modal ekonomi bukan pada nilai-nilai kerja sama, seperti yang diperlihatkan oleh masyarakat di pedesaan dan para nelayan.

b. Perubahan Pola Kerja

Manusia hidup untuk bekerja, inilah slogan yang sering di dengungkan oleh orang bijak. Jenis pekerjaan tiap-tiap orang tentunya berbeda bergantung pada kemampuan, sarana-prasarana, dan kesempatan pada setiap orang. Masyarakat Indonesia yang dikarunia Tuhan Yang Maha Esa alam yang subur dan indah serta laut yang luas dengan kekayaannya yang tak terkira, mendorong masyarakat Indonesia untuk bekerja dalam bidang yang cenderung sama, yaitu bertani bagi masyarakat desa dan menjadi nelayan bagi masyarakat yang hidup di tepi pantai.

Kemajuan teknologi membawa dampak baru bagi masyarakat, yaitu industri-industri yang maju dan modern. Industri yang didukung dengan ilmu pe nge-tahuan dan teknologi yang tinggi jelas me muncul kan nilai keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian yang berubah menjadi pabrik maupun perkantoran modern. Anak-anak para petani tidak lagi mau menjadi petani, karena bertani kurang dapat mendapatkan hasil yang memuaskan dibanding-kan dengan bekerja dalam sektor industri.Pemenuhan tenaga kerja dan berkembangnya tingkat kebutuhan masyarakat akhirnya mendorong perempuan untuk bekerja di luar rumah. Hal itu dulu dianggap tabu bagi wanita. Bahkan, ada beberapa perempuan menunda pernikahan atau menunda kehamilannya atau kalaupun ia melahirkan ia ingin cepat-cepat kembali dalam dunia kerja.

Bekerjanya para perempuan di luar rumah membawa dampak terhadap fungsi dan peran orang tua di rumah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perubahan yang besar dalam bentuk dan pola tata kerja. Pada saat ini ada kecenderungan orang untuk tidak bekerja lagi di kantor, tetapi bekerja di rumah dengan menggunakan fasilitas teknologi komunikasi, seperti internet. Pada saat ini kesuksesan tiap-tiap individu dalam mendapatkan pekerjaan harus didukung oleh keterampilan dan pengetahuan yang luas terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

c. Munculnya Budaya Pop

Perdagangan, teknologi informasi, berita, dan hiburan yang berkembang sangat cepat yang melintasi batas-batas negara me muncul kan keseragaman pan dangan masyarakat dunia. Kekuatan teknologi informasi yang dimotori oleh jaringan satelit dan internet meng giring manusia memiliki pusat informasi seragam. Kekuatan individu dan negara yang menguasai informasi tersebut jelas akan menciptakan persepsi dunia sesuai dengan keinginan pembawa pesan.

Selain itu, tiap hari kita disuguhi dengan hiburan-hiburan, seperti Àlm, musik, dan acara hiburan lainya. Acara tersebut begitu dihayati oleh masyarakat Indonesia. Misalnya, anak-anak Indonesia sekarang lebih mengenal tokoh Superman, Batman, Doraemon, Kapten Tsubasa, dan tokoh kartun dunia lainnya diban dingkan dengan tokoh Gatotkaca, Petruk, Si Pitung, dan lainnya. Perubahan budaya paling jelas terlihat pada remaja seba-gai konsumen utama industri hiburan dunia. Banyak remaja Indonesia bertindak dan berperilaku seperti Britney Spears, Christina Aguilera, atau Westlife.

Globalisasi yang digawangi oleh kekuatan peru-sahaan multi nasional dengan kekuatan iklan yang langsung diterima masyarakat dunia dapat menye-ragamkan produk dan jasa di seluruh dunia. Kesera-gaman budaya dunia juga dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan industri. Tentunya, hal ini akan merugikan dunia karena menghilangkan identitas dan keragaman budaya dunia.

Hal-hal negatif munculnya budaya pop harus diwaspadai oleh bangsa Indonesia. Contohnya produk industri hiburan yang berbau pornograÀharus diwas-padai karena dapat merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Majalah porno yang di terbitkan di Amerika Serikat tentunya tidak layak untuk diterbitkan di Indonesia. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masya rakat Indonesia.