Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih
Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih

Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih

Posted on

Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih – Seperti yang telah kita ketahui pada ilmu biologi terdapat cabang biologi yang mana pada cabang tersebut membahas tentang hewan baik dari struktur, ciri-ciri ataupun yang lainnya. Dan hewan sendiri ada 2 jenis yaitu hewan yang bertulang belakang dan tidak bertulang belakang.

Pada dua jenis hewan terdapat lagi pembagian-pembagian dari filum-filum dua jenis hewan tersebut. Pada hewan invertebrata terutama yang kita bahas pada mata kuliah ini terdapat sembilan filum hewan invertebrata, dan yang kita ketahui juga dari filum-filum tersebut masih terdapat pembagian-pembagiannya atau yang biasa disebut kelas-kelasnya.

Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih
Karakteristik Filum Platyhelmintes Atau Cacing Pipih

Langsung saja kita bahas tentang karakteristik Filum Platyhelminthes atus sering disebut juga dengan cacing pipih. Filum Platyhelminthes atau cacing pipih mempunyai karakteristik tubuhnya pipih, triploblastik, ada yang bersegmen-segmen, ada yang tidak. simetris bilateral (bila tubuhnya dibelah dua, sisi kiri dan kanan sama), tidak memiliki selom, habitat diperairan, daratan (tanah) atau hidup sebagai parasit.. Sistem saraf terdiri dari sepasang ganglia (simpul saraf), dua tali saraf memanjang yang terhubung oleh tali saraf melintang sehingga membentuk seperti tangga tali.

Sistem pencernaan dengan mulut, faring, usus, dan tidak punya anus. Respirasi menggunakan permukaan tubuh untuk pertukaran gas. Oksigen dan sari-sari makanan diedarkan keseluruh tubuh dengan cara difusi. Demikian pula dengan pengangkutan CO2 ke permukaan tubuh. Sistem ekskresinya berupa organ sederhana yang disebut protonefridia yang dilengkapi dengan flame cell (sel api). Sel-sel api berentuk seperti bola lampu dengan silia di dalamnya. Silia ini bergerak-gerak seperti gerakan nyala api untuk mengalirkan cairan tubuhnya. Karenanya disebut sel api.

Reproduksi pada filum platyhelmintes seksual dan aseksual. Pada reproduksi seksual terjadi penyatuan sel sperma dan sel telur (fertilisasi=pembuahan). Sebagian bersifat hermaprodit, yaitu dalam satu tubuh memiliki organ reproduksi jantan (testis) dan betina (ovarium). Namun untuk berkembang biak tetap diperlukan dua individu. Jadi mereka melakukan pembuahan silang (cross fertilisation), bukan pembuahan sendiri (autofertilisation). Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan tubuh atau fragmentasi. Potongan-potongan tubuhnya itu kemudian mengalami regenerasi menjadi individu baru.

Platyhelminthes bisa hidup bebas ataupun parasit. Platyhelminthes yang hidup bebas memakan organisme lain. Sedangkan Platyhelminthes parasit hidup pada jaringan inangnya (manusia, siput, babi, sapi, dll).

Baca Juga :
Pengertian, Komponen, dan Macam Macam Ekosistem